Sunday, December 28, 2008

do we still using our logic?

Kadang-kadang kenyataan dan logika ngga pernah sejalan dan hanya banyak omongan kosong yang justru terjadi mangatasnamakan pemikiran logika.

Apa hanya untuk berpikir logika mempunyai sebuah persepi?

Apa logika itu mempunyai banyak sisi yang harus dipikirkan juga?

Orang menghumbar untuk memakai logika tetapi apa logika itu dipakai dalam kehidupan sehari-hari?? Apa dengan logika melahirkan suatu kenyataan yg lebih indah? Menurutku tidak. Logika dari pandanganku sendiri adalah suatu pola pikir yg dipakai untuk mencapai sesuatu hasil terbaik yang dapat direalisasikan ke dalam kehidupan riil tanpa tersangkutpaut dengan konflik dan keinginan hati.

Kenyataan yang berlaku terkadang bukan dari apa yang dilogikakan tetapi berdasarkan konflik yang terjadi dan keinginan hati. Di hari peringatan pernikahan seharusnya menjadi hari yang indah tapi semua itu hanya mimpi yang pada hari ini tidak mungkin terjadi. Seorang istri lebih mementingkan urusan lain yang sebenarnya bisa dilakukan daritadi atau besok atau di lain waktu selain jam ini daripada makan bersama keluarga tepat waktu tanpa terganggu.

Logika tidak terpakai tapi keegoan hati mencuat hati. Aku tak melarang ego karena semua manusia mempunyai ego tapi yang aku minta hanya mencoba meminimalis itu dan bisa sedikit saja menggunakan logika. Jam setengah 9 malam dan baru saja berangkat untuk makan keluarga karena sang istri sibuk mengurusi urusan lain. Berulang kali kubilang urusan lain. Ratusan kali dan kalau perlu ribuan kali kukatakan itu urusan lain.

1 comment:

Anonymous said...

otak ge kurang nymape ga,
tp ngerti lah dikit2