Langkah perlahan menuju cita-cita yg besar. Langkah kecilpun mulai diambil, langkah kedamaian tercapai. Tak ingin kehilangan satu kesempatan.
Perjalanan ke tempat ini yang cukup melelahkan. Menaiki tronton ke tempat ini. Berjalan 45menit yg menanjak dengan mengangkat tas backpack yg cukup membuat bahu sakit. Hijau di setiap sisi membuat hati ini gembira, membuat hati ini berdamai dengan logika.
Tiba di sebuah tempat yg membuatku berpikir bahwa tempat itu tdk pantas disebut sebuah rumah. Tempat itu hanya sebuah pondokan yg berdinding anyaman dan hanya berpintu papan. Tempat itu kulihat,kumasuki dan tempat ini kusebut rumah.
Terlalu baik pak herman dan keluarganya. Terlalu sederhana dia. Seorang desa yg menerima seorang anak kota yang tak tau apa2 ttg hidup. Di setiap senyuman, tawa, obrolan, makan, tidur sampai sgala hal yg mereka lakukan, mereka memberikan keapa adaan. Mereka memberikan kedamaian. Mereka memberikan sisi hidup yg berbeda. Mereka membuat semuanya baik-baik saja. Mereka terlalu indah untuk disakiti.
Semakin dalam kutelusuri desa ini. Semakin banyak langkah yg kuraih. Kutetapkan untuk melihat. Kuteguhkan untuk meraih. Tak prnh menyesal berada di tmpt ini. Tak pernah kusesalkan perjalanan yg lelah itu. Semakin dalam semakin indah. Aku berada di tempat tinggi ini. Sangat dekat dengan hijau ini. Sangat dekat dengan awan. Sangat dekat dengan langit. Sangat dekat dengan hujan yg turun. Sangat dekat dengan kabut ini dan aku merasa sangat dekat dengan surga.
Aku melihatnya dan aku berbicara kepada Tuhan. Tuhan tersenyum dan membiarkanku untuk melihat semuanya. Aku berada di antara surga dan bumi.
Saturday, November 14, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
akhirnya gw mampir ke blog lu ga...haha
ntar alamat lu gw link ke slah satu blog produktif gw ya..lol
teruskan menulis *kayak nasihat guru ke muridnya* lol
Post a Comment