memori lama.
apakah bahagia dan kasih sayang bisa disatukan?
bahagia sudah pasti menyayangi tetapi kasih sayang belum tentu membuat semuanya bahagia. apakah betul begitu?
pertanyaan terus memenuhi kepala.
apa ini namanya kasih sayang? apa ini bahagia?
setiap berjalan tak mengerti perasaan apa yang singgah.
setiap tertawa tak mengerti apa yang ada.
setiap tangis dan gelisah yang selalu terpampang jelas.
setiap airmata jatuh apakah itu juga bisa disebut bahagia?
semua dangkal tentang perasaan ini.
saat logika dikalahkan oleh perasaan hati.
saat amarah dikalahkan oleh bahagia.
saat gengsi dikalahkan kasih sayang.
diam mungkin suatu jawaban dari ketidakpastian.
seorang teman berkata bahwa saat kita menjalani sesuatu yang sudah kita setujui seharusnya kita berjalan bukan dengan sedih tetapi dengan senang.
menjalani dengan tangisan mungkin bukan bahagia tetapi hanya takut berhenti.
saat berjalan berdua, arah yang dilalui harus disetujui bersama dan keegoisan harus diredam dan memilih arah yang terbaik. adakalanya semua tidak tercapai dan terpaksa berhenti dan memaksakan terus berjalan dengan arah masing-masing.
saat ego mengalahkan semuanya dan berhenti sesaat, berbicara apakah jalan yang terbaik? terkadang tidak. membuat suatu siklus baru dan entahlah apakah itu bahagia atau takut berhenti.
dia diam, diapun diam.
dia tertawa, diapun tertawa.
dia menangis, diapun menangis.
melakukan hal yang sama.
siapa yang menjadi penengah? hanya ego yang menjadi penengah.
rumit memang tetapi bahagia atau kasih sayang? dua-duanya jelas berbeda.
terus berjalan atau berhenti?
lihat dan rasakanlah!
Wednesday, August 19, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment