FREEDOM..
all i need is free! Bebas..
Konteks bebas disini adalah positif!
Gue memang masih anak ingusan dan ya anak yg baru lahir kemaren tapi so what with a word "FREEDOM" ? Gue bukan memanfaatkan kata itu untuk hura2, dugem, sex, narkoba ato another bad things tapi gue cmn pengen feel free, ngerasa bebas, gue pengen keliling dunia, gue pengen keliling jagad raya, gue pengen pergi ke galaksi lain, gue pengen melihat kesenangan dari kesedihan, kebodohan dari kepintaran, kepintaran dari kebodohan, kelucuan dari kesusahan, kebalikan dari apa yg terjadi dan gue pengen nikmatin itu dan gue pengen ngejalanin hidup gue berdasarkan keputusan gue yg tentunya udah observasi dulu.
Gue ga merasa terkekang ko selama ini tapi ada sesuatu yg ga ngebuat gue all out. Tralu banyak khawatir disana, tralu banyak tangisan, tralu banyak adat istiadat, tralu banyak peraturan, tralu banyak yg diperjuangin dan yg dikorbanin, tralu banyak alasan yg harus dibuat, tralu banyak kata yg dibuang dan tralu banyak perasaan yg jadi korban!
Hidup ini terdiri dari individu2 yg sangat kompleks yang saling berhubungan dan setiap individu pasti punya lebih dari 2 pilihan yg berbeda-beda tentunya setiap individu. Coba bayangin klo dunia ini hanya punya 1000 individu dan setiap individu, kita bilang aja punya 2 pilihan yg berbeda tentunya, jadi ada berapa pilihan yg diciptakan oleh dunia ini? ada 2000 pilihan yg berbeda di dunia. Sementara, keadaan yg berlaku sekarang, bukan 1000 individu dan 2 pilihan aja tapi milyaran bahkan triliunan individu dan itu ngebuat gue ga bisa ngitung ada berapa pilihan yg akan ada di dunia ini dan belum lagi kalo ada individu lain yang ngebuat ato ngilangin beberapa pilihan. Mau ada berapapun pilihan yang ada, setiap individu BERHAK memilih untuk hidupnya! Apapun pilihannya harus dihargain dan disyukurin.
Gue punya seorang kaka yang dulunya pecandu narkoba dan dia memilih untuk itu. Kenapa dia memilih kyk gt? sedangkan masih banyak pilihan yang lebih baik yang bisa dia ambil padahal dia seorang atlet dan seorang yang kreatif. Terkadang lingkungan memberikan jawaban dan itu yang mungkin terjadi dengan kaka gue. Dulu gue masih tralu kecil utk mengetahui dan mengerti mengenai pilihan itu jadi gue benci banget ma kaka gue ini karena dia menyusahkan oranglain dengan tingkah lakunya dan buang duit buat hal yang ga berguna itu.
Tapi skrg yang gue pelajarin, seharusnya gue ga boleh ngebenci dia karena bukannya kita harus menghargai setiap keputusannya?? Mungkin dia bilang itu bukan keputusan dia dan dia khilaf tapi itu hidup dia dan bukannya dia bertanggung jawab atas dirinya dia?? Gue banyak belajar dari kaka gue ini bahwa setiap keputusan itu kita yang ambil bukan karena kebahagiaan oranglain. Oranglain membrikan pilihan tapi tetap kita yang memilih. Keluarkan pilihan yang ada di hatimu dan biarkan orang mengejek karena pada akhirnya kita berdiri dan jatuhnya ada di pilihan kita. Kita ga akan pernah tau seberapa hebat pilihan itu untuk kita.
Sama kyk kaka gue yang pertama dan kedua. Kaka gue yang kedua sudah menikah dan kaka gue yang pertama bentar lagi nikah. Untuk menentukan calon suami memang tidak mudah. Pilihan itu berdasarkan waktu. Kita akan tau mana pilihan yang tepat apabila waktunya sudah pas. Temen gue bilang kalo untuk mencari pilihan suami/istri itu kyk piramid yang semakin ke atas semakin mengecil. Pada saat ini gue dan anak-anak seumuran gue masih ada di bawah dengan piramid yang masih luas mengartikan bahwa masih banyak teman dan pergaulan atau pilihan. Semakin lama, semakin umur bertambah, piramid itu akan semakin mengecil mengartikan bahwa pilihan itu semakin sedikit yang pada ujungnya hanya tinggal 2 org saja di sana yaitu kita dan dia. Better in time.
Ingin berlibur ke Jogja sendiri tapi orangtua ga setuju karena tralu banyak khawatir disana. Pengen kuliah di bandung tapi kaka2 ga setuju karena orangtua dan adik ga ada temennya dan perasaan dikorbankan disini. Pengen nikah di tengah2 alam tapi nyokap ngelarang karena harus di gereja/mesjid/vihara/tmpat ibadah lainnya dan tralu banyak adat yg dipertahankan. Tapi pilihan yang kita ambil bukannya resiko untuk diri kita sendiri? Walaupun di saat kita menjadi seorang anak/adik/kaka/abang, bukan berarti pilihan itu dibatesin dengan adanya orangtua dan juga kaka2.
Gmn disaat oranglain yang terdekat ma kita ngambil pilihan untuk tinggal di luar kota bahkan ada yg di luar negeri? Seorang kaka/abang/adik/ibu/bapak yg tinggal di luar kota bilang klo dia bisa, dia pengen bgt tinggal di jakarta nemenin nyokap bokap dan ade tapi kembali lagi, bukannya pilihan itu kita yang mengatur? Semua pilihan itu ada di depan mata dan pasti ada jalan untuk mencapainya. Terlalu banyak tapi dan kalau disana sehingga sulit mencapai pilihan itu. Tinggal bilang itu pilihan dia dan tak ada orang yang akan mengganggunya. Jangan pernah bertahan dalam kondisi tak bisa memilih.
Kita dilahirkan berdasarkan pilihan orangtua kita. Kita bertahan hidup berdasarkan pilihan kita yang masih ada ikut campur orangtua. Kita berasal dari sebuah embryo yang masih lemah dan disitu masih diberi sebuah pilihan. Diangkat atau tetap tinggal. Kita ada berdasarkan pilihan tetap tinggal. Semakin lama, semakin kuat, semakin kokoh yang pada akhirnya melahirkan suatu individu baru. Suatu individu baru yang mempunyai banyak pilihan. Semakin berumur, semakin tua, pilihan semakin banyak, yang diakhiri dengan 1 pilihan saja. 1 pilihan yang tidak dapat diubah ataupun diganti. Pilihan yang benar-benar mutlak yaitu mati. Kematian.
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman berdasarkan pilihan yang kita ambil. Pengalaman adalah akibat dari pilihan kita itu. Jangan mau jadi orang yang tak berpengalaman yang kelak tidak bisa mengajarkan ttg kehidupan kepada seorang anak yang telah kita pilih untuk tetap tinggal. Pilihlah yang terbaik untuk dirimu dan jangan pernah sia-siakan waktu agar kamu bisa menjawab semua pertanyaan anakmu ttg apa yg dia jalanin. Syukurin setiap langkah kehidupan dan perjuangin setiap pilihan itu. Jangan jadi oranglain dan jangan memilih karena oranglain agar kamu bisa diterima! Pilih karena kamu ingin bukan karena mereka yang pengen.
This is our life. Choose for yourself cause you know yourself better than others. Good luck.
Tuesday, July 15, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment