Saturday, March 21, 2009

For The 3rd sister of mine

i know you're in dillema.
i know you mad about this things.
i know you're in trouble, difficulties.
i know your heart beat faster cause you don't know which one.
i know you miss all of us.
i know you miss the old time, a time shouldn't has an end.

you with your family.
you have your responsibility.
make no expired date for your love.
create your own love.

you don't have to be worry.
everything in here gonna be fine like usual.
we both know things are not going so good.
we both know our family isn't in the safe zone.
we both know bad things are happening.
we both know a time like this we should be together but we already into it.
we still together, not distancely.

just click pause on your life's remote.
take a very deep breath. scream out loud.
click play and act like nothing happened.
make a quick relaxing.

life is walking their way.
you have to walk on it cause you are life.
life won't wait till you ready.
life is changing so, you can't go to the past.
enjoy your life because that's the only option.
enjoy it and make it like you want.
the rules is yours.

don't think something out of your world too much.
you've done something bigger than this.
you've done a very struggle way and you can out of it.
i know you're stronger than your problem and your mind's play of life.

we've been together for more than 18years.
you're my craziest sister.
you're my funkiest sister.
you're my sister and you're my everything.
out of your mind's play and face it step by step.
show the world how crazy you are cause I know,you as a designer has thousands way so you have a thousand creative way to escape.
whatever happen,you are still my role model.
you are the best sister ever and hope it will never has an end.
love you ci. take care!

you are great in so many ways!
think carefully before you speak it or act.

Friday, March 20, 2009

done

Sesuatu yang kosong bisa saja terisi ataupun memang tidak untuk diisi dan sesuatu yang terlalu penuh memang tidak akan bisa terisi lagi. Buat apa mengisi sesuatu yang memang tidak bisa diisi lagi? Useless.

Bukan melupakan yang lama tetapi melihat kembali apa yang sudah diisi. Apakah itu benar-benar terisi atau tidak, atau ternyata terisi terlalu penuh?

Entah,mungkin terlalu penuh sehingga sudah tak bisa terisi lagi. Tak ada yang bisa dibagi lagi dan tak ada yang perlu didengar. Suatu kesalahan kecil mungkin tapi membuat semuanya kosong. Tak mau tau lagi dan berhenti untuk peduli. Berhenti menjadi bayang-bayang dan berhenti untuk melangkah. Pergi saja. Itu sudah lebih dari cukup. Mungkin nanti bisa diisi lagi. Mungkin nanti.

Mengisi bukan asal mengisi tapi terisi dengan indah. Bukan karena kesempurnaan tetapi karena kekurangan. Mungkin nanti bukan sekarang. Sudah terlalu penuh.

Wednesday, March 4, 2009

mereka. sahabat.

Sepuluh hari berlalu.
Berada di kota tempatku bertumbuh.
Kota kecil yang mulai berkembang.
Kota yang semakin ramai.
Kota yang indah.
Sebuah kota yang selalu membuat mesin waktuku berjalan.

Mesin-mesin itu mulai mulai menyala.
Jejak-jejak langkah mulai tampak.
Monitor-monitor masa lalu mulai bermunculan.
Aku berjalan perlahan.
Mundur tahap demi tahap.

Lonceng pagi yang menandakan saatnya masuk kelas tak pernah kudengar karena hobby terlambatku yang sangat parah.
Tak pernah jera dimarahi.
Tak pernah kapok dengan hukuman.
Tak pernah kusedih ataupun bersungut karenanya.
Aku bahagia. Tak mengerti apa yang akan terjadi atau apa yang sedang terjadi di luar sana. Kepolosan dan keluguan yang pernah singgah.

Aku bermain, belajar sambil bermain dan terus bermain.
Tidak pernah absen satu kalipun untuk duduk di ayunan biru itu.
Tidak pernah menolak bermain perosotan.
Tidak pernah mau kehilangan taman bermainku. Selalu.

2 tahun kulalui taman kanak-kanak karena ibuku melarangku untuk melanjutkan SD di usia 6 tahun. Menurut dia, aku masih terlalu kecil. Entahla, katanya begitu.

Tak sia-sia 2 tahun kulewati.
Tak pernah kusesali hal itu.
Tak pernah kumarah karenanya.
Karena aku bermain.

Tarikan magnet yang membuat perasaan sedih dan marah hilang.
Sampai semuanya jelas bahwa aku bahagia berada 1 tahun lebih lama di tempat itu.
Lebih bahagia dan jauh lebih bahagia di tempat itu.

Guruku sering mengajak kami bernyanyi. Entah lagu apa. Aku lupa.
Dan guruku juga sering menyuruh kami menggambar.
Pada siang hari, kami disuruh menggambar bunga tetapi bukan bunga yang kugambar, yg kugambar hanya oret-oretan yang tak berbentuk. Guruku datang dan memeriksa kertas gambarku. Diambilnya pensil dan digenggamkannya di tanganku. Perlahan dia membuat jemariku menari. Perlahan membuat tarian itu berbentuk. Perlahan tarian itu menjadi keindahan. Keindahan gambar bunga yang pertama kali kubuat. Saat itu yang paling kuingat.

Beberapa lama berlalu dan aku tidak ingat kapan tepatnya. Guruku yang memberikan tarian pada jemariku, yang membuat keindahan di genggamanku telah tiada. Tepatnya di suatu siang di saat perjalanan pulang ke rumah sehabis mengajar kami di sekola. Entah karena apa. Aku tak mengerti.

Mesin waktu itu terus berputar dan terus berputar. Memberikan cuplikan-cuplikan indah di saatku kanak-kanak. Memberikan tawa dan haru yang tak bisa kubendung. Tak ada rasa takut yang terjadi. Hanya di sekolah itu aku merasakan bahwa sunyi sedang diam menungguku di rumah. Aku merasakan bahwa sunyi memberikanku kebebasan saat di sekolah. Oleh karena itu, tak pernah kuingin pergi dari sekolah itu.

Taman kanak-kanak hingga sekolah dasar pun kulalui bersama mereka. Aku menumpahkan bekalku sendiri di hari pertama, datang terlambat di hari pertama, membuat keributan, marah dan tawa yang kubagi, persahabatan yang indah kulalui bersama mereka, waktu yang tak dapat dibeli. Terlalu berharga.

Tak lama aku mengalami masa berharga itu. Hanya sebentar karena waktu yang membuat semua itu berhenti. Berhenti hanya untukku saja. Waktu yang membuat semuanya harus kutangisi. Tak bisa kusalahi siapapun. Aku masih terlalu kecil untuk memberontak. Aku masih terlalu kecil untuk berdiri sendiri. Aku pindah dan tak bertemu dengan mereka beberapa tahun.

8 tahun terlalu singkat untuk dirasakan. Teman-teman baru yang dekat denganku sudah kudapat tapi masih tetap cuplikan itu datang dan pergi. Aku bertemu dengan mereka tiba-tiba. Bertemu dengan sahabat-sahabatku semasa kecil. Melalui dunia maya yang tak kuduga-duga dan akhirnyapun aku bertemu dengan mereka. Teman-teman baik ku semasa kecil.

Tak kuduga pertemuan itu begitu melekat. Bukan karena waktu yang begitu lama tapi keapaadaan yang mereka terima. Tinggal di kota itu membuat pemikiran orang-orang disitu begitu sempit sehingga membuat pemikiran merekapun begitu. Kota kecil memang sehingga membuatku mengerti. Kekuranganku karena sudah terlau lama tinggal di kota besar ini. Membuat perbedaan yang cukup besar di antara kami. 1 perbedaan kecil sederhana yang membuat semuanya begitu besar. Kubuka kekuranganku di hadapan mereka. Di hadapan sahabat-sahabat semasa kecilku.

Kupikir penolakan yang mereka berikan. Awal yang membuatku takut. Awal yang memberikan perbedaan besar. Kubuka semua tentangku. Kuceritakan aku yang ternyata bertolak belakang dengan mereka. Takut kumemulai. Berakhir dengan mereka tersenyum. Kutahu mereka tak suka tapi mereka menerima. Penerimaan yang begitu berharga. Mereka merangkul sahabat mereka dan berjalan bersamanya. Tetap seperti dulu dan tetap tertawa bersama. Membuat sebuah janji konyol diantara kami. Memutar cuplikan-cuplikan indah kami. Kami sudah dewasa dan menjadikan kekurangan itu sempurna.

Hubungan yang timbul tenggelam tidak menjadi halangan kami berjalan. Aku tau persahabatan itu timbul saat kami kecil dan pelajaran paling berharga bagiku. Indah saat mereka ternyata masih menggenggam tanganku. Sahabat memang harus bisa menerima kekurangan untuk kesempurnaan. Mereka bukan sahabat semasa kecilku tetapi sahabatku hingga hari ini, besok dan nanti.Sahabat yang paling berarti. Mereka.