Family lovers. Harus berusaha menjadi penengah dan sebenernya itu harus walaupun bukan yang kuinginkan tapi ada sesuatu bergerak yang membuat semua itu terjadi. Sesuatu yang mempunyai hukum dan lingkungan sendiri. Sesuatu yang hanya bisa dinanti tanpa dibantah. Sesuatu itu adalah akibat.
Saat semuanya seolah-olah memberikan 1 jari telunjuk, kuberusaha menjadi penengah yang baik walaupun terkadang ada perasaan yang dikorbankan. Obat yang ampuh tak bisa memendungnya karena obat itu tak pernah ada. Tak ada yang peduli, tak ada yang mersakan. Tangisan selalu mengisi hariku. Menunggu pelukan sama saja seperti pungguk merindukan bulan karena tidak akan pernah ada. Tak ada yang mau tau.
Aku akan selalu disini memberikan senyum, telinga, mata dan hati untuk menyimak dia berbicara tanpa henti. Kata-kata itu seperti anak-anak panah yang sengaja dibidikkan kepadaku, yang mengharuskan aku menjadi target kepada ribuan pembidik. Banyak perasaan yang timbul dan kenaifan mulai mengambil peran. Kata-kata " I was born for all the problems" atau "I'd rather die". Naif yang berbicara seolah hanya aku manusia paling benar yang tak pernah membuat onar. Hidup ini memang penuh dengan masalah yang tidak cuman 1 tapi banyak dan mereka tidak datang satu2 tunggu kita menyelesaikannya baru datang yg lain. Mereka dateng rame, bersamaan dan tidak pernah diduga. Masalah itu tidak terduga tapi ternyata memang kita sendirilah yang bikin. Aksi = reaksi. Hidup itu harus seimbang dan keseimbangan itu adalah skenario yang kita harus buat. Tuhan memberikan semuanya kepada kita buat kita pergunakan bukan buat kita salah gunakan.
Tuesday, November 11, 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)
